PANGANDARAN – Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa kembali menjadi pusat perhatian pecinta olahraga berkuda nasional. Ribuan penonton memadati arena pada Minggu (26/7/2026) untuk menyaksikan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Seri I Indonesia Derby 2026, sebuah ajang bergengsi yang mempertemukan kuda-kuda pacu terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, Indonesia Derby 2026 hadir sebagai perpaduan antara sport tourism, hiburan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sejak pagi, suasana di kawasan arena pacuan telah dipenuhi pengunjung yang datang bersama keluarga maupun komunitas pencinta pacuan kuda. Antusiasme penonton terlihat dari padatnya tribun hingga area di sekitar lintasan yang terus dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan jalannya perlombaan.
Kejuaraan ini menjadi seri pembuka Indonesia's Horse Racing 2026 dan diikuti oleh ratusan kuda pacu beserta joki dari berbagai provinsi di Indonesia. Setiap race menyajikan persaingan sengit yang menunjukkan kemampuan terbaik para atlet berkuda dalam memperebutkan poin kejuaraan nasional sekaligus total hadiah yang telah disiapkan penyelenggara.
Ketua Panitia Indonesia's Horse Racing 2026 menyampaikan bahwa penyelenggaraan Kejurnas Seri I Indonesia Derby merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas olahraga pacuan kuda di Indonesia sekaligus memperkenalkan Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa sebagai salah satu arena pacuan terbaik yang dimiliki Indonesia.
Tidak hanya menyuguhkan pertandingan, penyelenggara juga mengemas acara melalui konsep Summer Race yang menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Kelompok PODKESMAS yang beranggotakan Surya Insomnia, Ananda Omesh, Imam Darto, dan Angga Nggok turut memeriahkan rangkaian kegiatan. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri sehingga pengunjung tidak hanya menikmati pertandingan, tetapi juga hiburan yang dikemas secara interaktif.

Di sisi lain, penyelenggaraan Indonesia Derby 2026 membawa dampak positif terhadap perekonomian lokal. Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan tingginya jumlah pengunjung dengan menawarkan beragam produk kuliner, minuman, fesyen, hingga kerajinan khas Pangandaran. Tingkat okupansi penginapan dan aktivitas sektor jasa wisata di sekitar kawasan juga mengalami peningkatan selama berlangsungnya kejuaraan.
Bagi Kabupaten Pangandaran, penyelenggaraan event berskala nasional seperti Indonesia Derby bukan sekadar agenda olahraga tahunan. Ajang ini menjadi strategi dalam memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata yang mampu menyelenggarakan kegiatan olahraga berkelas nasional dengan dukungan panorama alam pesisir yang menjadi daya tarik tersendiri.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, penyelenggara, komunitas olahraga berkuda, dan masyarakat, Indonesia Derby 2026 diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata berbasis olahraga (sport tourism) sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi instrumen penting dalam mempromosikan potensi daerah, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Author: Zulfan Rahma Pramuja